Selasa, 19 Mei 2009

Kebangkitan Nasional

Setiap warga Negara begitu ditanya Kebangkitan Nasional tentunya langsung akan teringat dengan lahirnya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang lalu.

Menurut saya bahwa Negara akan maju dan akan kuat bukan karena disebabkan oleh sumber kekayaan alamnya saja, akan tetapi kemajuan suatu bangsa terletak lebih pada kualitas sumber daya manusianya, itulah kata kuncinya.

Sudah lebih dari seratus tahun sejak lahirnya Boedi Oetomo apakah bangsa kita sudah bangkit ? Bangkit dalam arti bukan raganya tapi bangkit tingkat kesadarannya. Kita memiliki semboyan yang bagus satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Tapi sejauh mana kita memaknai kata kata tersebut.

Satu Nusa mempunyai arti bertekad mempertahankan setiap jengkal tanah air.

Satu Bangsa merupakan satu kepribadian , satu rasa, satu tekad dan

Satu Bahasa menjadikan kita satu suara..... suara hati nurani yang sejujur-jujurnya.

Memang, Indonesia telah maju..tapi negara lain maju jauh lebih cepat dari negara kita.

Kenapa ?

Karena Sumber Daya Manusia kita ini sangat lemah. Yang disebabkan bukan hanya karena tingkat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang masih jauh dari harapan kita tetapi ditambah dengan gizi yang harus banyak diperbaiki.

Tidak banyak keteladanan yang ditunjukkan oleh banyak orang di negeri kita tercinta. Terbukti dengan tidak teretibnya kita berkonstitusi, menjalankan hukum dan berdemokrasi . Bagaimana kita bisa bangkit dalam arti seutuhnya ?

Kebangkitan Nasional adalah urusan kelembagaan yang diamanatkan oleh undang-undang dimana pemimpin negara harus membuat negaranya maju agar supaya rakyatnya menjadi sejahtera.

Diharapkan agar para pemimpin dapat memadukan seluruh sumber daya alam dengan sumber daya manusia dengan memberikan nilai tambah yang lebih.

Sebaliknya pada diri kita sendiri, marilah bejuang keras dengan kejujuran dan mematuhi hukum yang ada dan menjadi teladan bagi orang lain. Hiduplah dengan pola yang sehat jangan menjadi manusia yang acuh tak acuh dengan mengabaikan lingkungan yang bersih. Berbanggalah menggunakan produk dalam negeri. Mulailah hidup dengan tidak berpola konsumtif.

Buat pemerintah juga harus betul-betul berpihak kepada rakyat, janganlah hanya ingin berkuasa dan memupuk harta. Mulailah menyiapkan pendidikan yang berkualitas, menggunakan sumber daya alam yang ada untuk lebih banyak buat rakyat dari pada di jual kepada pihak asing, perluaslah lapangan kerja Negara harus memberikan anggaran yang lebih tinggi untuk kesehatan dan pendidikan supaya kedepannya angkatan kerja kita lebih siap, tidak sekedar TKI dan TKW saja.

Semoga pemimpin kita lebih pro kepada rakyat demi membangkitkan kemajuan rakyatnya, demi membangkitkan bangsanya. Dan saya percaya kita mempunyai kemampuan untuk itu.

Merdeka!!

Jumat, 01 Mei 2009

Pendidikan Nasional

Saya bukan seorang Pendidik, Saya juga bukan seorang pakar dibidang pendidikan, tapi saya merasa tergelitik untuk menulis sesuatu yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Dalam hal ini adalah pendidikan nasional.

Sebagai suatu bangsa yang "besar" tentunya kita harus benar-benar bisa menjadi bangsa yang besar dalam arti seutuhnya... bukan hanya besar dalam arti jumlah penduduknya, tetapi harus menjadi bangsa yang besar dalam segala bidang. Untuk itu kita harus awali dari pendidikan...karena saya percaya kalau ingin menjadi bangsa yang besar kita harus mengerti dan menguasai pendidikan terlebih dahulu.

Dan karena pendidikan formal adalah sifatnya kolektif maka negaralah yang harusnya bertanggung jawab akan kemajuan dunia pendidikan untuk kita semuanya. Bagaimana pendidikan kita saat ini ? Jawabnya beragam, ada yang merasa sudah baik, ada yang merasa kurang baik itu bagi mereka yang bisa mengenyam pendidikan, tapi bagi sebagian anak bangsa yang terabaikan... jangankan menilai.. menikmati artinya sebuah pendidikan saja rasanya mungkin belum pernah.

Minggu lalu dan saat ini sekolah disibukan dengan adanya UAN (Ujian Akhir Nasional ).
Apa perlunya sich ?? Jujur kalau saya ditanya jawab saya adalah tidak perlu, kenapa ? alasan saya sederhana saja... bahwa keberhasilan dalam nilai atau angka yang didambakan tidak hanya tergantung dari sang murid sendiri, tapi juga tergantung dari sang guru didalam menyampaikan materi yang akan di uji. Bahkan demi untuk "kelulusan" saja banyak cara di tempuh. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah sang anak didik akan berusaha belajar, tapi tidak menutup kemungkinan mencari jalan pintas, bagi pengajar akan berusaha mengajar sebaik mungkin, tapi tidak menutup kemungkinan agar sekolahnya dianggap terbaik dengan bukti kelulusan anak didiknya sebanyak mungkin, maka pihak sekolah atau pengajar berupaya segala cara agar tingkat kelulusannya tinggi walaupun mungkin cara yang ditempuh tidak berkenan.
Di luar sana, pemerintah dengan dalih karena diamanatkan undang-undang, maka ujian harus dilaksanakan ?

Kenapa tidak diawali dengan memberikan ruang pendidikan kepada seluruh anak bangsa kita ? Saat ini masih banyak sekali anak bangsa yang terlantar tidak berpendidikan, kenapa tidak dientaskan terlebih dahulu ?

Bagi guru, masih banyak permasalahnya.. mulai dari "status" sampai tingkat kesamaan dalam mengajarnya, kenapa tidak kita selesaikan terlebih dahulu mengenai status dan tingkat kesamaan seorang pendidik. Tugas negara adalah menyiapkan pula tenaga pendidik yang betul-betul berkualitas apabila ingin pendidikan nasionalnya juga berkualitas. Tapi, saat ini masih banyak lubang yang belum ditutup. Kenapa tidak dimanfaatkan untuk menyiapkan pendidik yang handal terlebih dahulu ? Apakah negara pernah mendidik para pendidik agar benar-benar siap dalam mengajar setiap mata pelajarannya ? Masih ada guru yang pagi mengajar, siang melakukan pekerjaan yang lainnya. Kapan waktu sang pendidik untuk mengasah dirinya, memajukan dirinya sehingga benar-benar siap memberikan pendidikan yang memadai ?
Belum lagi gedung sekolahnya yang memerlukan perbaikan fisik disana sini, kenapa itu tidak di dahulukan ? apalagi kita bicara dengan sarana-sarana yang ada, sudahkah kita menyiapkannya dengan baik ?

Aku sungguh mendambakan suatu pendidikan yang baik demi kemajuan bangsa kita dengan diawali menyiapkan tenaga pendidik yang mempunyai kemampuan yang baik dan dari waktu ke waktu selalu di asah, di asuh dan diperbaiki "kemampuannya" sesuai dengan perkembangan jaman, mempunyai sarana dan prasarana yang memadai dan tentunya memberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tersebut.
Semua itu berpulang dari keseriusan negara mengatur anak bangsanya... semoga !!

Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Bangsaku, Rakyatku ..bangkitlah... majulah.. dan raihlah masa depanmu.

Senin, 20 April 2009

Perempuan

Perempuan.....

Sejenak aku berpikir... kenapa aku menulis kata perempuan ?? karena besok adalah hari Kartini....

Apalah artinya Kartini ? bangsa Indonesia selalu mengartikan sebagai lambang emansipasi ...persamaan derajat antara kaum adam dan kaum hawa... apakah memang diperlukan ?
Sebagaian orang mengatakan memang diperlukan... sebagian yang lain mengatakan tidak perlu dan ada juga yang berpendapat tidak usah dimasalahkan...

Bagi yang memerlukan.. mereka mengatakan bahwa perempuan harus mempunyai persamaan hak disegala bidang. Mereka mengatakan bahwa mereka mampu menyamakan dengan kaum laki-laki dan bahkan ada yang mengatakan bisa melebihi kaum laki-laki. Kenapa saat ini tidak dicoba untuk diberikan kesempatan ? Sedangkan yang berpendapat tidak perlu mengatakan bahwa kodratnya perempuan itu lemah dan perlu perlindungan. Dan bagi yang berpendapat tidak usah dimasalahkan mengatakan kan tidak ada masalah ? kenapa koq dibahas segala.

Bagiku pertanyaan yang timbul adalah mengapa perempuan itu selalu dianggap sebagai kaum yang lemah ? apakah karena secara kodrati ? atau karena memang sedari kecil sudah diarahkan bahwa seorang perempuan itu harus memasak, berdandan, dan melayani suami ? Padahal kita sadar memasak tidak ada hubungannya dengan keperempuanan... tidak ada hubungannya dengan paras, atau payudara khas yang dimiliki kaum perempuan. Kenapa kaum perempuan koq mau saja ? Memasak adalah tergantung dari keterampilan seseorang mengolah bahan menjadi masakan yang enak, tergantung cara mengolah tergantung keterampilan tangan dan lidah untuk mengecap, bukantentunya itu bukan monopoli perempuan. Jadi kalau ingin disetarakan janganlah seorang perempuan selalu diarahkan untuk memasak. Bahkan perempuan sendiri yang menata berpakaian harus indah, harus cantik.. kenapa tidak menjadi dirinya apa adanya... coba renungkan saja.. sedari kecil kalau Ibu kita mendandani anak perempuannya harus dibuat secantik mungkin, kenapa tidak diajarkan menjadi seorang yang baik dan merdeka ?Akibatnya karena mau cantik.. kena sinar matahari saja takut. Kuku yang sudah diberi kutek takut rusak... akhirnya mana mungkin setara dengan laki-laki yang siap disegala bidang ?

Demikian pula secara kodrati bahwa perempuan itu dianggap lemah, kenapa mau ? seharusnya seorang perempuan tidak menunjukkan kelemahannya. Tunjukkan bahwa perempuan adalah tegar kuat bahkan kokoh.
Selamat Hari Kartini