Setiap warga Negara begitu ditanya Kebangkitan Nasional tentunya langsung akan teringat dengan lahirnya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang lalu.
Menurut saya bahwa Negara akan maju dan akan kuat bukan karena disebabkan oleh sumber kekayaan alamnya saja, akan tetapi kemajuan suatu bangsa terletak lebih pada kualitas sumber daya manusianya, itulah kata kuncinya.
Sudah lebih dari seratus tahun sejak lahirnya Boedi Oetomo apakah bangsa kita sudah bangkit ? Bangkit dalam arti bukan raganya tapi bangkit tingkat kesadarannya. Kita memiliki semboyan yang bagus satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Tapi sejauh mana kita memaknai kata kata tersebut.
Satu Nusa mempunyai arti bertekad mempertahankan setiap jengkal tanah air.
Satu Bangsa merupakan satu kepribadian , satu rasa, satu tekad dan
Satu Bahasa menjadikan kita satu suara..... suara hati nurani yang sejujur-jujurnya.
Memang, Indonesia telah maju..tapi negara lain maju jauh lebih cepat dari negara kita.
Kenapa ?
Karena Sumber Daya Manusia kita ini sangat lemah. Yang disebabkan bukan hanya karena tingkat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang masih jauh dari harapan kita tetapi ditambah dengan gizi yang harus banyak diperbaiki.
Tidak banyak keteladanan yang ditunjukkan oleh banyak orang di negeri kita tercinta. Terbukti dengan tidak teretibnya kita berkonstitusi, menjalankan hukum dan berdemokrasi . Bagaimana kita bisa bangkit dalam arti seutuhnya ?
Kebangkitan Nasional adalah urusan kelembagaan yang diamanatkan oleh undang-undang dimana pemimpin negara harus membuat negaranya maju agar
supaya rakyatnya menjadi sejahtera.
Diharapkan agar para pemimpin dapat memadukan seluruh sumber daya alam dengan sumber daya manusia dengan memberikan nilai tambah yang lebih.
Sebaliknya pada diri kita sendiri, marilah bejuang keras dengan kejujuran dan mematuhi hukum yang ada dan menjadi teladan bagi orang lain. Hiduplah dengan pola yang sehat jangan menjadi manusia yang acuh tak acuh dengan mengabaikan lingkungan yang bersih. Berbanggalah menggunakan produk dalam negeri. Mulailah hidup dengan tidak berpola konsumtif.
Buat pemerintah juga harus betul-betul berpihak kepada rakyat, janganlah hanya ingin berkuasa dan memupuk harta. Mulailah menyiapkan pendidikan yang berkualitas, menggunakan sumber daya alam yang ada untuk lebih banyak buat rakyat dari pada di jual kepada pihak asing, perluaslah lapangan kerja Negara harus memberikan anggaran yang lebih tinggi untuk kesehatan dan pendidikan supaya kedepannya angkatan kerja kita lebih siap, tidak sekedar TKI dan TKW saja.
Semoga pemimpin kita lebih pro kepada rakyat demi membangkitkan kemajuan rakyatnya, demi membangkitkan bangsanya. Dan saya percaya kita mempunyai kemampuan untuk itu.
Merdeka!!

